Showing posts with label My Thought. Show all posts
Showing posts with label My Thought. Show all posts

Tuesday, July 09, 2013

Allah Maha Besar...

Today is one day be4 ramadhan and I'm once again stuck in a moment of deep thinking.
Sure that GOD has the best way to make us again and again being 'down to earth" means  to make us realize that GOD love us and we are nothing without God's help.

This writing has sucessfuly make me cry.. a deep cry and saying Astafigrullah that maybe after all this time I forgot to be thankfull and calm. Allah Maha Besar...

------------------------ ### ---------

Sahabat saya yang baik hatinya...
Sebagai seorang anak kelas 3 sekolah dasar di Purwantoro – kota Malang, saya tidak terbatasi dari kasih sayang Bapak dan Ibu saya, tetapi terbatasi oleh kemampuan orang tua saya untuk menyediakan uang jajan dan kelengkapan hiburan, jika dibandingkan dengan teman- teman saya yang anak-anak orang yang yang anak-anak orang yang lebih kaya dari kami.
Saya melihat diri sendiri sebagai anak baik, yang meskipun malas – tetapi menyelesaikan hampir semua pekerjaan dirumah dan materi pelajaran dari sekolah, dengan cukup baik. Tetapi, saya merasa bahwa Tuhan telah berlaku yang tidak sesuai dengan penghormatan saya kepada diri saya saat itu.

Pertanyaan saya, yang selalu saya katakan dengan menengadah ke langit, adalah: “Mengapa saya?”
Dari semua orang yang bisa kau miskinkan, mengapa aku?
Dan dari semua orang yang bisa kau kayakan, mengapa bukan aku?
Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi dada muda dan kepala kecil saya saat itu, dan yang sebetulnya sudah lama menggema sejak saya mulai mengerti mengapa Bapak dan Ibu berbicara dengan nada yang dibijak-bijakkan dan disabar- sabarkan - bahwa kami tidak semampu keluarga lain untuk memenuhi keinginan anak-anak mereka untuk mainan dan makanan kecil, setiap saat saya minta dibelikan mainan, permen, roti, sepatu, tas, atau baju baru.

Saya tidak pernah menyalahkan Bapak dan Ibu karena saya dilahirkan di keluarga yang kurang mampu. Saya hanya memprotes mengapa saya diperlakukan kurang dari hak saya yang seharusnya sama dengan semua orang.
Tetapi, sekecil dan semuda itu – entah karena insting atau karena keinginan saya yang terlalu besar untuk dihalangi oleh perasaan minder dan keterpinggiran, saya mulai melihat kepada diri saya sendiri sebagai satu-satunya jalan untuk keluar dan naik dari keadaan yang tidak saya sukai saat itu.

Dan ini yang saya lakukan, yang kemudian saya mengerti sebagai cara untuk menjadi pribadi yang mudah dibantu.

Jika keinginan untuk menonton film di bioskop di Jalan Kayutangan, di Malang sudah tidak terbendung lagi, karena teman-teman saya yang lebih mampu banyak bercerita mengenai lucunya film anak-anak ”Little Rascals” waktu itu, saya menyiapkan diri untuk bisa masuk gedung bioskop itu, apa pun caranya.
Setelah mencuci piring-piring dan membersihkan dapur, menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolah, menyiapkan perlengkapan mandi adik nomor tiga yang masih bayi, Saya mandi sebersih mungkin, mengenakan baju sederhana saya yang terbaik, meminyaki rambut dengan minyak rambut Ibu, menyisirnya lurus ke depan untuk menjadi kuncung runcing di atas dahi saya, mengenakan sandal jepit, berpamitan kepada Ibu yang biasanya memang mengijinkan saya untuk bermain-main di luar rumah setelah mandi sore, lalu berjalan dengan penuh doa ke arah gedung bioskop yang kira-kira berjarak dua kilometer dari losmen kecil yang dijadikan asrama tentara – yang kami tempati saat itu.

Sesampai di gedung bioskop, saya memilih tempat berdiri yang akan dilalui oleh orang-orang yang akan membeli tiket masuk. Saya berdiri di situ dengan wajah yang sangat ingin masuk dan menonton, tetapi yang sedih karena tidak memiliki uang untuk membeli tiket masuk. Kesedihan di wajah saya saat itu tidak palsu, dan bukan permainan peran.
Memang saya sangat sedih dan merasa terhina, karena saya harus berdiri di situ sebagai anak baik, yang rajin, yang bersih dan rapih, tetapi yang menunggu dikasihani, dan dibantu untuk mendapatkan sesuatu yang kecil dan sederhana, yang tidak mampu saya dapatkan, tetapi yang dengan sangat santai dan mudah tersedia bagi anak- anak orang kaya yang tidak serajin dan sesungguh-sungguh saya dalam menjadi anak baik.

Sekali atau dua kali dalam banyak percobaan dari banyak sore hari yang serupa, ada bapak-bapak yang berjalan santai, menoleh ke arah saya, berpaling lamban ke arah loket bioskop, … tetapi … voila!!! … dia menoleh lagi ke arah saya, memandang wajah saya dekat-dekat, tersenyum, melambai memanggil saya, dan bertanya …:
“Kamu mau nonton?”
Saya mengangguk dengan gerakan kepala yang lebih berdoa daripada mengiyakan, berjalan mengambang seperti bermimpi ke arahnya, berdiri di belakangnya dengan sikap tubuh seperti anak dari bapak itu, dan berjalan memasuki gedung bioskop dengan kegembiraan anak yang dimanjakan dengan hadiah yang lama ditunggunya.

Sampai di dalam saya menatap mata bapak itu dengan teriakan terima kasih dan kegirangan yang tidak terdengar oleh orang lain, selain oleh saya dan Tuhan.

“Terima kasih ya Pak?”

Bapak itu mengangguk ramah dan tersenyum melihat wajah saya yang pecah dengan kegembiraan. Orang baik itu, pasti dimuliakan kehidupannya oleh Tuhan.
Lalu saya berlari mencari kursi yang paling strategis di dalam gedung yang tinggi atapnya serasa seperti menyentuh lantai surga. Saya duduk di kursi rajutan rotan itu, dua tangan di atas memegang lengan kursi, wajah semringah, dan kaki bergoyang maju dan mundur.

Oooh … hidup ini indah sekali …

Entah berapa tahun saya tumbuh sebagai anak kecil yang harus mentabahkan dirinya, untuk ikhlas menerima kekurangan dan kelemahan hidup yang tidak bisa dimengerti alasan dari penetapannya kepada diri dan keluarganya.
Tetapi, Saya jadi mengerti bahwa, Siapa pun akan dibantu, jika dia menjadikan dirinya mudah dibantu.

dan
Ada kepantasan bagi segala sesuatu. Siapa pun akan mendapatkan apa pun, selama dia bersungguh-sungguh menjadikan dirinya pantas untuk menerima yang ingin didapatnya.


-----------

Lebih dari empat puluh tiga tahun kemudian, hari ini… saya dapat melihat urutan kejadian dalam kehidupan saya di mana saya terselamatkan dari kesulitan, dinaikkan dari tempat-tempat yang rendah, dan dikeluarkan dari kungkungan masalah – karena saya dibantu.

Tidak ada orang yang bisa menjadi pribadi yang besar kemampuannya untuk membantu, tanpa lebih dahulu dijadikan sebagai diri yang membutuhkan bantuan.

Sahabat saya yang hatinya mulia,
Ini adalah cerita kehidupan masa kecil saya, yang pertama kali saya tulis, dan saya sampaikan di publik secara luas seperti ini.
Tidak mudah memang untuk menapaki perjalanan memori seperti ini, karena saya tidak bisa menghindari pengulangan dari kepedihan rasa hati saya yang ukurannya masih kecil saat itu.
Hati saya hari ini adalah veteran dari ragam dan corak kehidupan yang penuh dan pelik, tetapi tetap saja tergenangi dengan air mata dan tercekat oleh beban berat di dada, karena harus mengulangi rasa dari kehidupan Mario yang kecil itu – dengan menceritakan ini kepada Anda. Tetapi, mudah-mudahan Anda mengerti maksud saya, bahwa kita tidak mungkin menjadikan diri kita sebagai apa pun, tanpa menerima bantuan.

Setelah saya lebih tua ini, saya mengerti bahwa… Jika kita merana karena penderitaan, memprotes perlakuan tidak adil yang dikenakan kepada kita, tetapi tetap berupaya untuk tersenyum melalui genangan air mata – untuk menggembirakan Ayahanda dan Ibunda, meneladankan kekuatan kepada adik- adik, tampil sebagai pribadi yang ceria dan menyenangkan bagi teman-teman, dan tetap melihat diri sebagai yang sedang diperhatikan oleh Tuhan, kita akan diselamatkan.
Saya ingin Anda juga menghayati yang saya temukan, bahwa Jika kita bersungguh-sungguh untuk menjadi dan tampil sebagai pribadi yang baik, entah sebagai pengemis atau pemimpin, Tuhan akan memilihkan tempat-tempat terbaik bagi kita dalam taman-taman pemuliaan kehidupan.

Jika saja saya dulu mengerti, mungkin saya akan tersenyum tanpa harus meredam tangisan hati Mario yang masih kecil itu. Mungkin saya akan berdiri gagah berani, dan bahkan mungkin akan maju mendekati setiap bapak yang berjalan menuju loket penjualan tiket di bioskop itu, dan langsung saja berbicara mapan, ramah, dan sangat santun:
“Bapak yang baik, saya sangat ingin menonton film ini, tetapi saya tidak bisa beli tiketnya. Saya akan sangat senang sekali jika Bapak mengajak saya masuk, karena tidak harus ada tiket untuk anak- anak.”
Saya mungkin akan menangkupkan kedua tangan saya layaknya saya berdoa, tersenyum dengan wajah yang tulus meminta tolong, dan menatap dengan mata yang hampir menangis dengan kesedihan karena harus meminta dan sekaligus bergembira dengan harapan akan disetujui permintaannya.

Dan dibalik itu semua …

Di balik semua bantuan dari manusia, sebetulnya sedang bekerja sebuah mekanisme bantuan dari Tuhan.
Tidak ada siapa pun yang bisa membantu dan yang telah membantu kita, kecuali menjadi pelaksana penyaluran bantuan dari langit.
Dan jika Tuhan telah kita bahagiakan dengan upaya bersungguh-sungguh untuk menjadi pribadi yang mudah dibantu, Tuhan akan memerintahkan alam dan segenap kelengkapannya untuk menjadi pelayan bagi kita yang telah melayankan diri dan kehidupannya kepada harapan Tuhan.

Sahabat saya yang keberhasilan hidupnya penting bagi Tuhan,
Marilah kita berprasangka baik kepada Tuhan.
Tuhan tidak akan terkurangi sifat-sifat kemuliaan-Nya hanya karena kita meragukan kasih sayang-Nya.
Tuhan kita baik sekali kepada kita, dan sangaaaaat menyayangi kita. Dia sangat sabar menanti kita mengerti maksud dari penciptaan kita. Tuhan tersenyum ramah dan penuh kasih, sangaaaaaat penuh kasih, saat kita meratap, meronta, protes, dan menuduh Tuhan telah berlaku tidak adil kepada kita.

Dan ini yang diharapkan oleh Tuhan saat kita berada dalam derita hati seperti itu, adalah…

Tetap bersikap baik, tetap berlaku baik, tetap mengupayakan yang baik, dan bersabar menantikan yang baik.

Anda sangat disayangi oleh Tuhan Anda tahu itu, khan?

Cintailah Tuhan. Jatuh cinta lagi-lah kepada Tuhan.
Berbicaralah Anda kepada Tuhan dengan kelembutan dan nada suara dari pribadi yang sangat mengasihi Tuhan.

Mendekatlah dan rebahkanlah diri Anda kedalam pangkuan Tuhan Yang Maha Pengasih.
Menangislah dalam-dalam, dan laporkanlah semua kegundahan, keraguan, kekhawatiran, dan semua ketakutan Anda.

Dia adalah Tuhan Anda. Jika bukan kepada-Nya Anda mengadu, kepada siapa lagi?

Dan jika bukan Tuhan - yang tiada tersamai oleh siapa dan apa pun kebesaran dan kekuasan-Nya, siapakah yang akan memerintahkan kehidupan ini membantu Anda mencapai kualitas kehidupan yang menghubungkan kebahagiaan Anda di dunia dan di surga nanti?

Sahabat saya yang baik hatinya,
Ikhlaskanlah diri Anda sebagai diri yang baik bagi kehidupan, lalu perhatikan apa yang terjadi.

Mudah-mudahan Super Note yang tidak pendek ini, dapat menjadi pendamping saat Anda menanti datangnya keberkahan dari Tuhan, yang menjadikan Anda dan keluarga tercinta – jiwa-jiwa yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang hidupnya.

Sampai kita bertemu suatu ketika nanti, untuk berjabat-tangan dan berbincang ke sana ke mari tentang keindahan kehidupan ini.

Sunday, December 25, 2011

Brian is coming into town...

Yehaa..



This night is supposed to be christmas night, where some people will sing "Santa is coming into town", and having their celebration. For them who are not celebrating Christmas, at least this weekend is 'pay weekend' or 'weekend setelah gajian' where everybody tend to get around the shopping mall and spend their money (And Jakarta tend to be in traffic everywhere on pay-weekend =P ).

And for me, I am going to sing.... "Brian is coming into town"....

Hahahahah..
Actually by having a son, I hardly can explain how grateful I am, how exciting the experience in spending time together with him, and how GLAD I'M AS A MOTHER! My son is becoming the center of my attention, my priority.
But at the same time, all of my activities, even on the 'pay weekend' is around him.
Today I've just had his hair cut, then bought a new shoes for him, then let him play around in Pondok Indah Mall, and then really wanted to go home as he got so sleepy. See??? I even never think about my needs or my own refreshing.
The Christmas holiday where we supposed to have holiday, is a full time for My Brian.

Well, surely I'm happy with that! or.. maybe I'm too dedicated to my son?
Hahahahahah...

Or... not like the other Mother, that doesn't work at the office, so their time at home is plenty, and they could do this and that when the baby is sleeping (like what I'm doin rite know...)
Or... not like the other Mother, that work at the office, but live in the same town with her parents, so in the weekend, Mother and Father could hang up or watch movies in the theater, and their children is with the granny..
Or... not like the other Mother, that have several baby sitters or maids, so they juz can leave their kids and have their own business.

I'm none of those mothers. I'm not a full time mom coz I'm working, but my mind is full of him!
Hahahahah....

So... in this holy nite.. Brian is coming into town, bring me thousand of gifts...

his smile.. =)

Monday, October 13, 2008

CITA-CITAKU {bukan} JADI GURU

-- sebuah ‘awakening mind dari film “LASKAR PELANGI” --

Dulu waktu kecil aku ingat guruku di kelas akan bertanya tentang cita-cita kami murid-muridnya, dan aku tanpa pikir panjang menjawab jadi arsitek, kemudian sebulan kemudian berganti cita-cita jadi desainer, trus bulan depannya ganti lagi... Hehe.. plinplan amat yak. Trus teman-temanku biasanya ingin jadi dokter, insinyur, pilot, astronot, etc. Familiar job lah.. Aku juga ingat bagaimana guruku akan memotivasi kami supaya besok kalo udah gede jadi orang sukses. Amin!

Tapi cita-cita jadi ‘guru’ kok sepertinya gak pernah terucap ya? At least menginjak SMP, SMA, saat seorang anak mulai melihat kesederhana’an guru-gurunya dan lalu potret seorang guru itu pun jauh dari citra ‘sukses’. Aku bahkan masih ingat ada salah satu guruku yg melarang kami utk jadi guru. Wew.. kok gitu amat yak? But that’s the fact that sometimes.. even our teachers are regret that he or she is a teacher! Is that a common phenomenon that we are taught by teachers that desperate to teach us?

Kenapa ngomongin guru sih?

Kemaren aku baru aja nonton Laskar Pelangi. Hehe.. rada basi ya secara tu film uda lama banget di bioskop Jakarta. Ceritanya familiar karena diangkat dr novel terkenal dengan judul yg sama by Andrea Hirata. Kalo tentang tetralogi bukunya, denger2 sih overal tentang semi biografi pengarangnya, nyeritain dr kecil dia di Belitong sana, sampe gede, sukses n dapet beasiswa ke Paris.

Kalo film Laskar Pelangi ini, temanya pendidikan anak desa dimana salah satunya si Andrea Hirata kecil. Film bertema serupa sebelumnya pernah diangkat tapi dari bagian Papua. Pernah denger Denias-Senandung di Atas Awan* kan?

Film Laskar Pelangi ini bagus menurutku. Well.. ini pendapat seorang manusia Indonesia yang belum baca bukunya (dan habis ini kayaknya perlu banget nih baca..). Kasting pemainnya lumayan oke dan aku menimati keseluruhan akting anak2 kecil itu. Keren! Aku bilang keren karena film ini ‘kena’ banget buat bikin terenyuh tentang nasib anak2 miskin Indonesia yang gak bisa menikmati pendidikan dengan layak. Coba deh film ginian lebih banyak lagi di Indonesia, at least bangsa ini bisa lebih banyak mikir tentang nasib anak-anak di dalam negeri, gak melulu nonton film-film action luar negeri. Film indonesia meskipun kata orang-orang kualitasnya ga bisa sehebat film amerika, but film-film semacam Laskar Pelangi inilah yang bisa lebih mudah menginspirasi dan menyadarkan kita daripada film luar karena kenyataan2 yg ditampilkan itu ada di sekitar kita. Ketidakberdayaan bangsa ini dekat dan kita saksikan setiap hari, tapi tanpa membuat kita 'merasa ada yang salah'.

Kenyataan yang terjadi sekarang, film-film Indonesia malah pada ngangkat tema horor dan alasan produsernya bahwa itu film yang bisa menyedot banyak penonton. Aduuuh..itu tontonan mendidik apa engga coba???

Eits.. Tulisan ini bukan mo bikin resensi film Laskar Pelangi. Kemarin waktu abis nonton film itu tiba2 berasa banyak uneg2 berkeliweran. I call this ‘awakening mind’. Beberapa point yang jadi pembelajaran buatku bahwa setiap manusia bertanggungjawab atas hidupnya masing-masing. Mereka yang pemalas jangan harap jadi orang sukses (kecuali faktor ‘x’, alias beruntung kali yee). Ada salah satu tokoh di film itu namanya “Lintang”. Diceritakan ni anak nelayan jenius bener, menghitungnya cepet, hapalannya kuat, rajin belajar n pengetahuannya luas. Dia pun akhirnya harus bertanggungjawab akan kehidupannya, keluar dari sekolah (SD Muhammadiyah) karena mendadak ia dan adik2nya jadi yatim piatu dan dia yg masih kelas 5 SD harus kerja ngehidupin keluarganya. Miris rasanya liat fenomena itu.. potensi seorang anak yang tersia-sia, akhirnya terpaksa putus sekolah dan cuma jadi nelayan.

Ikal (as known as Andrea Hirata kecil) adalah contoh yang beruntung. Aku gak tau cerita detailnya karena belum baca bukunya yg lengkap, tapi pada akhirnya Ikal dapet beasiswa melanjutkan sekolahnya ke Perancis, alhamdulillah.. Trus bagaimana dengan Lintang? Ironis sekali aku melihat penggambaran tokoh Lintang yang harus berusaha lebih keras dari teman2nya utk mencapai sekolah karena rumahnya paling jauh (di pinggir pantai) dan harus nunggu buaya pergi dulu dari jalan yang dilaluinya ke sekolah. Mataku berkaca-kaca tiap kali menyaksikan Lintang yang sepulang sekolah mengurusi ke3 adik-adiknya yang masih kecil (ibunya sudah tiada) sambil menunggu bapaknya pulang melaut, tapi tetap rajin belajar dan banyak baca koran untuk memperluas wawasannya. Wow!

Aku hanya mengandai-andai jika Lintang kecil itu akhirnya dapat beasiswa sekolah hingga tinggi dan adik-adiknya itu ada yang menanggung, mungkin dia bisa jadi the next BJ. Habibie, mengharumkan nama bangsa atau memajukan teknologi negeri ini dan membuka lapangan pekerjaan baru. Who knows??

Tapi bagaimanapun Lintang adalah contoh anak jenius yang sadar pentingnya pendidikan. Ini didapatnya dari Ayahnya yang entah dapat kesadaran dari mana, menanamkan motivasi belajar dan jadi orang sukses pada Lintang kecil. Tapi coba dihitung berapa banyak orang tua miskin macam ayah Lintang yang ingin anaknya sekolah jauh-jauh seperti ini? Seberapa tinggi kah kesadaran akan pendidikan bagi orang-orang desa yang miskin akses informasi? Kenyataannya, anak-anak miskin ini bahkan tak ingin sekolah dan akhirnya disuruh bekerja membantu ayah ibunya.

Anak-anak ini, baik yang secara intelektual pintar ataupun biasa-biasa, belum tau apa itu sukses. Mereka mana tau bahwa belajar itu pangkal pandai atau sukses. Lingkungan lah yang akhirnya membentuk semangat mereka untuk maju dan mencapai cita-citanya. Orang tua adalah yang utama membentuk kedisplinan mereka di rumah. Peranan guru juga gak kalah penting dalam membentuk motivasi anak-anak. Pintar saja tidak cukup! Mereka harus punya emotional quotience (EQ) untuk tetap rajin belajar dan gak berputus asa meraih keberhasilan hingga dewasa. Dan nasib anak-anak miskin ini, siapa yang akan menanamkan motivasi belajarnya? Siapa yang akan terus menyekolahkan mereka?

Kalau memang benar Laskar Pelangi itu kisah nyata.. Maka indah sekali kebahagiaan 10 anak-anak itu bisa sekolah SD, dapat guru cantik yang baik, menang lomba cerdas cermat.. Subhanallah..Sungguh menyenangkan kenangan Lintang akan piagam kemenangan lomba yang dipajangnya di rumah.. Atau piala lomba karnaval yang menghiasi lemari sekolah.. Aku juga terharu saat Pakcik (a.k.a kepala sekolah SD tersebut) berkata pada temannya, “Inilah salah satu sekolah yang akan mengajarkan pada anak-anak miskin itu akan pentingnya ahklak dan budi pekerti, sehingga kesuksesan tak melulu dari materi, tapi menggunakan pendekatan hati

Terus gimana? Setelah dibukakan kenyataan melalui film itu, lalu apa yang akan kita lakukan? Mau tunggu negara memperbaiki taraf pendidikan di Indonesia? Mau tunggu pemerintah meningkatan kesejahteraan guru sehingga mereka bisa lebih berdedikasi dalam mengajar generasi muda?
MIMPI SAJA!

Sebelum mengharap yang terlalu berlebihan, mungkin lebih baik tunggu dulu para wakil rakyat itu tak hanya tidur saat rapat di DPR.. atau tunggu dulu para penyalur bantuan dana itu berhenti korupsi memangkas sumbangan pendidikan untuk kepentingannya sendiri.

Setiap manusia bertanggungjawab atas kehidupannya masing-masing. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin tinggi kemampuannya untuk survive, semakin banyak pilihannya untuk berkelit di masa sulit. Lebih baik memberi kail daripada memberi ikannya. Pendidikan akan lebih bermanfaat bagi seorang anak untuk kelak bertanggungjawab atas kehidupannya.

Terus, kenapa aku tak jadi guru saja?

Ada salah satu adegan dalam Laskar Pelangi dimana teman-teman dan Bu Guru Muslimah itu tak berdaya melepas kepergian Lintang yang terpaksa harus mengakhiri sekolahnya. Ikal hanya bisa berlari dan menangis. Semua hanya bisa bersedih.. Hal ini menggambarkan ketidakberdayaan orang-orang miskin dan ketidakberdayaan Bu Guru itu mempertahankan murid jeniusnya itu. Kenapa? Karena untuk membiayai hidupnya sendiri saja mereka kewalahan, bagaimana bisa membantu seorang Lintang dan adik-adiknya?

Aku memilih tak jadi guru karena memang aku melihat potret guru-guruku dulu yang berpayah-payah mengajar dengan mengandalkan gaji yang tak seberapa. Mereka harus cukup puas hanya dengan titel “pahlawan tanpa tanda jasa”. Sungguh mereka itu pahlawan. Sampai dengan detik ini, aku bahkan belum habis mensyukuri jasa mereka yang telah membentuk pendidikanku.
Aku memilih tak jadi guru, karena aku harus sukses dan pencitraan guru semasa ku kecil, jauh dari kesan itu. Lagipula, tak bisa semua orang bisa jadi guru. Dibutuhkan bakat dan kesabaran untuk menghadapi anak-anak yang beragam sifat dan kemampuannya. Dan guru-guru haruslah orang-orang berkualitas untuk mendidik anak-anak yang sukses. Bu Mus adalah contoh seorang wanita sabar yang berdedikasi tinggi mensukseskan muridnya, jeli melihat potensi masing-masing anak dan mengembangkannya dengan tepat. Apakah aku bisa menjadi guru yang seperti itu?

Mau mengubah dunia tak kan bisa begitu instan. Mungkin akan lebih baik bila dimulai dari masing-masing individu. Sekarang pun aku hanya manusia biasa di awal karirnya yang sedang berusaha untuk rajin bekerja. Cita-citaku kini tak lagi sesimple dulu, ingin atau tidak ingin jadi guru. Cita-citaku kini ingin sukses setinggi-tingginya untuk kemudian bisa menyisihkan sebagian kekayaanku untuk membantu anak-anak pintar macam Lintang agar bisa terus sekolah secara berkelanjutan. Boleh jadi bila rejekiku memang ada, ingin rasanya membentuk sekolah dan meng'hire guru –guru yang berkualitas dengan gaji yang sangat pantas agar mereka bisa mendidik anak-anak pintar miskin itu dengan lebih bersemangat.

But that’s still beyond my capabillity. In my previous conversation with my bf, we even have ever talked about our retirement planning. Kita mau tinggal di rumah lalu bikin semacam les untuk anak-anak supaya mereka terbantu belajarnya di sekolah.. Atau bikin berbagai kursus keterampilan supaya anak-anak miskin itu punya bekal dalam melanjutkan penghidupannya kelak. Setiap manusia memang bertanggungjawab atas kehidupannya masing-masing, tapi membentuk manusia bertanggungjawab itu seharusnya dimulai sejak kecil.

Tulisan ini hanya sekelibat ‘awakening mind’ dari film yang sangat terbatas durasinya. Mungkin akan timbul awakening2 lanjutan setelah aku baca novelnya nanti, atau setidaknya harapan ‘awakening mind’ untuk khalayak luas yang menonton film tersebut, agar tak hanya duduk termangu dan sedih, tapi berbuat sesuatu!

Sesuatu yang seiklhasnya, sesuai dengan kemampuan diri sendiri tapi cukup berharga menyelamatkan seorang lintang atau beberapa lintang yang lain.

===========
Footnote:
*) Film Denias, cek the site on: http://www.deniasmovie.com/news07.html

Thursday, September 18, 2008

Pilih CINTA atau MATEMATIKA

Whihaa!! Ayo bicara cinta.

Hari ini sudah ½ working hours kuhabiskan hunting n browsing di internet, demi utk menghasilkan sebuah tulisan ini (demi kamu Yank..) Bicara cinta itu seperti membicarakan suatu makanan enak. Iya enak karena kamu memakannya dalam porsi yang tepat, kalo sudah terlalu banyak jadi eneg. Iya enak sekarang.. tapi nanti akan ada kisah2 makanan enak yg dimakan kemudian sehingga kita jadi termalu sendiri dengan kebanggaan si makanan enak yang sekarang. Iya enak, tapi bicara makanan di tempat umum jadi kembali pada definisi masing2 orang ttg ‘taste’ utk menilai suatu makanan cocok ato enggak dengan lidahnya.

1st key words I type in google is: boyfriend story. Ternyata hasilnya cuma blog2 luar negeri yang notabene ABG lagi ngomongin aktivitas sehari2nya dengan sang pacar. Mission failed..

2nd key words I type : kisah dengan pacar. Wew.. makin serem.. isinya web2 jorok n porno, cerita2 ML dengan pacar, dll (blum sampe aku buka sih.. ngliat kata2 kuncinya di google aja dah kliatan itu web ga ada yg bener.. buka gituan di kantor cari mati juga lah)

3rd key words I type: pacarku sayang. Humm.. mulai muncul beberapa blog yang mengisahkan tentang masing2 pacar. Kalo cuman aktivitas biasa2 mah ga ada yg terlalu istimewa dari ceritanya. I need something… MORE! Trus akhirnya nemuin situs blog yg romance abis.. gw ampe bingung ini kok ya bener2 romance?? Masih gak jelas jenis kelamin si penulis cowo pa cewe.. klo cewe wajarr… klo cowo agak kterlaluan romantisnya… trus liat link2nya disitu, mulailah blogwalking.. Wee… blog tmn2nya jg romance2 smua.. ada cerita dia putus dari ceweknya.. masih penasaran sih brarti empunya bloggernya cowok yah? Gile ni cowo melow abis yah? sampe akhirnya DHUWEERR.. Aku baru nyadar bahwa yang nulis itu CEWEK JUGA?? Whadehel??? Jd drtd aku baca blog-blognya lesbian? Arrgghhh…..

4th key words (uda agak2 desperate ga nemuin ilham nih Yank.. itu dah panjang banget googlingnya…hiks)
I type: cerita cinta bijaksana. Pfuh.. I hope I can find something.. Tapi mungkin karena agak empet dengan romantisme yang barusan kutemukan, aku memilih cerita lain yg lebih logis..

And I found this.. taken from Galang Lufityanto (source: http://www.galang.biz/)

Dalam operasi matematika, cinta itu adalah hubungan perkalian. Ahli-ahli kimia bilang cinta itu adalah katalisator. Dengan satu ucapan yang menghibur dari orang yang kita cintai, hati kita bisa melambung hingga ke negeri antah-berantah. Tetapi satu bentuk kekecewaan yang dilakukan oleh orang yang kita cintai pada kita, duh sakitnya pasti akan membekas sampai lama. Kita bisa jadi sangat terhibur karena cinta, namun sebaliknya bisa juga menjadi sangat tersakiti oleh cinta. Aku beberapa kali menemui orang-orang yang mengalami trauma dalam cinta dan berjanji tidak akan pernah jatuh cinta lagi. Menyedihkan sekali, bukan? Aku hanya bisa mengatakan, tanpa cinta pun hidup kita sudah membingungkan. Ini juga didukung oleh Hukum Termodinamika II, yang berbunyi entropi selalu positif, yang artinya : alam termasuk manusia akan cenderung menuju ke arah ketidakaturan. So, sebenarnya tidak ada masalah dalam hidup, asalkan kita bisa mengendalikannya. Cinta nggak pernah bersalah kok! Baik-buruknya kualitas cinta itu tergantung pada kita, gimana cara kita menjalaninya. Pengalaman dan kegagalan yang dulu kan bisa menjadi cermin bagi kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Bagaimanapun juga, yang memisahkan antara kegagalan dan kesuksesan adalah usaha. Yah, tapi kita memang harus memulainya. Dan untuk itu modalnya cuma satu. Nyali. Nah, apakah kamu punya?
==>1 hal yang pasti, I like mathematic so much! Dari kecil, kayak berasa jd orang paling aneh se sekolahan krn klo dipooling matapelajaran yg kusukai ini justru menempati posisi terbawah alias paling tidak disukai oleh orang2. Hubungannya ama cinta apa’an nih? Auk deh.. I love mathematics because it’s interesting, memompa adrenalinku utk memecahkan soal2nya.. kadang2 membuat pusing kepala dengan berbagai perkalian atau pertambahan congak mencongak.. but in the end, it will always be sweet. And it’s as sweet as your smile when we laugh together..

Hasilnya, aku semakin memahami cinta. Cinta bagiku itu ibarat vitamin C. (kayaknya pernah denger Yank? ehehe...)Bikin semangat dan memandang hidup jauh lebih baik. Cinta melahirkan sentuhan emosi yang bertingkat-tingkat pada simbol-simbol tertentu (contoh: bunga, warna pink, dll) –sesuatu yang dulu tidak kupahami. Ada perubahan dalam bagaimana cara memandang sesuatu hal dan juga bagaimana cara menimbulkan kesan dari ragam pilihan bahasa yang dipilih. Secara otomatis, dengan cinta, aku merasa bahwa hidupku menjadi makin kaya dan semakin bersemangat untuk menulis lebih banyak hal lagi. Bener deh kata Mas Guruh Soekarno Putra : Mahadaya Cinta!! Rugi kalau nggak pernah jatuh cinta!
==> Yups rugi! Sama ruginya kalo aku gak ktmu kamu.. Jadi apa perlu ditanyakan seberapa beruntungnya aku saat ini? Honey.. I’m so lucky to have you by my side.. I only wait and pray till the time is right for us to be the most luckiest couple, the complete one.

Bisa jadi hingga akhir orang tidak akan pernah tahu misteri cinta. Mungkin pada saat rumus-rumus matematika telah terungkap semuanya, cinta masih berenang-renang dengan anggunnya di area ketidaktahuan dalam pikiran manusia dan orang-orang masih ramai membicarakannya. Namun mungkin itu lebih baik. Karena orang-orang akan selalu penasaran, bertanya, mencari, dan merasakan cinta. Cinta memang mungkin selamanya nggak akan lebih gampang daripada matematika. Tetapi bila kita bisa memperlakukan dengan bijaksana, cinta pasti akan jauh lebih menyenangkan ketimbang matematika. Kamu sepakat?
==> Deal.. deal.. deal.. 1 quote lagi nih Yank… cocok utk cinta.. tak perlu terlalu banyak kalkulasi seperti matematika.. sehingga ia akan lebih indah.

Taken from Leni Wongso (source: http://www.andriewongso.com/)

Selisih paham di dalam kehidupan rumah tangga adalah hal yang biasa. Perbedaan latar belakang, kedewasaan kepribadian, sikap mau menang sendiri dan komunikasi yang kurang terbuka diantara pasangan, biasanya sebagai penyebab perselisihan. Lebih dari itu, entah kapan dan kenapa, cinta menjadi penuh kalkulasi. Si istri merasa, aku kan sudah melakukan “blablabla” , maka kamu “seharusnya” melakukan “blablabla”. Begitu juga dengan si suami. Jika aku sudah melakukan “begini”, kamu harus “begitu” dst. Jika cinta kalkulasi seperti itu, kemana akan di bawa pernikahan ini? Lebih-lebih jika ada ekspektasi/harapan terhadap pasangan kita dan kenyataan tidak sesuai dengan harapan, pasti akan menimbulkan perasaan kecewa, jengkel, marah, benci dan kemudian pertengkaran berkelanjutan di kemudian hari.
Lalu, bagaimana cinta bisa dipertahankan untuk waktu yang lama? Usaha itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri! Yakni : senantiasa berusaha melakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas! (jangan merasa rugi bila sudah melakukan suatu kebaikan). Jika cinta didasari dengan keinginan yang ikhlas untuk memberi kepada pasangan kita, niscaya rumah tangga kita akan awet hingga “maut memisahkan kita”.
Semoga melalui perjalanan waktu, dengan belajar terus menerus, kita bisa menjadi manusia yang ikhlas demi kebahagiaan keluarga kita sendiri


Aha aha aha… the last part always tear me off… . Mungkin juga cara aku googling berbagai keyword tadi sesungguhnya sebuah petunjuk, ilham yang kita cari-cari selama ini.

Seiring waktu kita akan belajar menjadi lebih dan lebih baik.. belajar menjadi manusia2 iklas yang mencinta dengan..... bijaksana.



Ps. I love you…

Tuesday, September 09, 2008

Do U Hate Auditors?

Before I start this post, I will give you a brief definitions bout "Auditor". I assume that not everybody knows bout this job (compare with "doctor" or "teacher"). This is taken from wikipedia.




===========
Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi.
Auditor dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

- Auditor Pemerintah adalah auditor yang bertugas melakukan audit atas keuangan pada instansi-instansi pemerintah.
- Auditor Intern merupakan auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan oleh karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas utamanya ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan tempat dimana ia bekerja.
- Auditor Independen atau Akuntan Publik adalah melakukan fungsi pengauditan atas
laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Pengauditan ini dilakukan pada perusahaan terbuka, yaitu perusahaan yang go public, perusahaan-perusahaan besar dan juga perusahaan kecil serta organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Praktik akuntan publik harus dilakukan melalui suatu Kantor Akuntan Publik (KAP).
===================

Well, believe it or not, our profession is one of the most 'annoying' one. When people are being investigated by police, they tend to be scared. But when people are being examined by auditors, will they be scared or even... intimidating? Auditor is STRESSED OUT!

Here... I'm not trying to tell a story bout my experiences of being an auditor because I feel that mine is too common. I need a lotta more assignments to give some interesting story, I need a lotta more wisdom which I dont have it enough. I just will write some advises and guidelines for me that I've just read. And for you all, to understand what auditors do, hopefully to make you a lil bit nicer to us.


1) Make friends, not enemies.
Auditor eksternal adalah profesi yang memungkinkan loe kenal dengan banyak orang baru di berbagai lingkungan baru. Rugi banget kalo kesempatan itu ga dimanfaatin untuk menambah teman. Bersikap profesional bukan berarti melupakan bahwa loe manusia dan auditee juga manusia, dan dengan kaku membatasi kontak dalam kerangka kerjaan. Dalam banyak kasus gue menemukan justru keluwesan kita dalam berinteraksi memberi banyak kemudahan dalam menyelesaikan tugas. Usaha-usaha remeh tapi tulus yang menunjukkan kita melihat orang itu sebagai pribadi yang utuh, pada gilirannya akan membuka banyak pintu.
==> I find many auditors in right and left extreme. In left extreme, they become so nerd, sharp, mean. In right extreme, they become very talkative and sometimes 'manipulative'. Hoho.. whuteva.. we have to find an ice breaker to get closer to client, which is not easy.

2) Help the client fulfill their commitment.
Pekerjaan audit sangat tergantung pada bantuan klien. Baik itu berupa data-data yang harus disediakan atau waktu auditee untuk melayani pertanyaan dan konfirmasi kita. Penting untuk sejak awal meminta komitmen dari klien berupa jadwal tersedianya data. Nah, tugas kita adalah membantu klien menepati komitmen yang sudah dia buat. Pastikan bahwa kita harus paham betul dengan kesibukan dan agenda internal klien, lalu bantu klien untuk mengerti kebutuhan dan tujuan audit kita, dan jangan cuek dengan birokrasi dan sopan santun organisasi klien dengan menghindari kondisi-kondisi tidak enak dimana kita diberi suguhan aksi seorang atasan yang memarahi bawahannya karena lancang memberi data ke auditor.
Jangan pasif ketika mengunggu data. Sempatkan diri untuk memberi gentle reminder lewat email atau telepon. Jangan lupa menanyakan dengan penuh atensi apakah klien mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan kita.

==> The point is, you have to make your work done, with or without client's friendly support. How??? Be clear, explicit and use your strategy to make them help you. hoho..

3) Don’t corner, give some space.
Jangan melupakan fakta bahwa selain urusan dengan auditor, auditee kita juga harus menghadapi tekanan tugas kesehariannya yang kompleks, apalagi kalau pada saat bersamaan dia juga sedang dikejar deadline proyek internal yang mission critical.
==> Auditee is only a human.. Auditor is also human.. we need to understand them to make us being understood. Yea.. win-win solution laa..

4) Professional scepticism.
Ini mentalitas utama auditor yang ga boleh pernah ketinggalan. Jangan begitu mudah percaya dengan omongan klien atau termakan oleh asumsi2 yang gue buat sendiri. Rule of thumb-nya adalah no evidence, not done. Biasakan untuk selalu based on fact, fakta dan hanya faktalah yang punya tempat di laporan audit. Sedekat apapun hubungan dengan klien, indra curiga ini harus tetap jadi batas yang membedakan kita sebagai seorang profesional.
==> Wew.. this part is tough! Sometimes this make auditors sorta curious-annoying people which are difficult to be satisfied by simple answer without any proof. In the real life, this habbit sometimes is carried. Aarrghhh

5) If you strike, strike with respect.
Dalam banyak kesempatan sebagai auditor loe akan berjumpa dengan yang namanya finding (kesalahan). Terkadang kita dibuat bertanya-tanya apakah klien tidak menghitung risiko yang mungkin sehingga begitu abai dengan kontrol yang sangat penting ? Hal yang utama adalah, betapapun “gemes”nya kita melihat ketidakberesan di klien jangan sampai kita “menghukum” klien. Sampaikan temuan dengan bahasa yang konstruktif dan tidak men-judge. Pastikan untuk selalu mengkonfirmasi sebelum memasukan temuan ke dalam laporan. Jangan lupa juga mengingat rantai birokrasi di klien, setiap temuan harus diinformasikan dari level terbawah baru menuju ke atas.
==> Finding is embarassing for client. That's what auditors must be aware of. We want to solve the finding and client have to accept this. So, respect is a must!

6) What happen in audits, stay in audits.
Kalau soal yang ini pasti semua sudah mengerti. Sebagai auditor, pasti diberikan akses leluasa ke berbagai informasi yang sifatnya confidential. Kepercayaan klien tentu saja harus dijaga, jangan sampai reputasi pribadi dan firma ternoda dengan sebutan auditor ember.==> Frankly speaking, this is the most enjoyable moments when we are in field work. Looking at confidential data is very usefull to add valuable information. We're just not allowed to share it to others. That's all.



Be peace with auditors ya!!!!

Friday, June 20, 2008

Why is it hard for adults to be happy peacefully?

I got this words from someone's blogger, friend of my friend, he doesn't even know me anyway.. (his name: Ganda Rahman Ganardi; gw tulis biar gak dikecam undang2 hak cipta)

And this is.. beautiful..

Kata Albert, orang dewasa tidak bahagia karena dia memiliki beban di luar dirinya. Dia dituntut harus berpikir kemana tangannya harus mencari sesuap nasi untuk anak dan istri. Dia diminta berbagi dengan suami dalam mengurus sang bayi.
Kata Amir, orang dewasa tidak bahagia karena dia memasang standard untuk semuanya. Kemakmuran harus ada parameternya. Kebahagiaan harus ada data terukurnya. Segalanya dibungkus dengan syarat, referensi, angka dan kriteria.
Kata Alida, orang dewasa tidak bahagia karena dia tidak berani meninggalkan masa lalunya. Kecewa karena kehidupan sekarang jauh berbeda. Tidak menerima karena keadaan tidak sesuai harapannya. Selalu ada yang dibandingkan.

Tapi bagiku..., orang dewasa tidak bahagia karena dia tidak sepenuhnya dewasa.

Karena buatku..., orang dewasa adalah dia yang merelakan apa yang dia mau... lalu memilih untuk melakukan apa yang benar.

Kedewasaan menandakan kepahaman yang pasti mengenai apa yang dia tuju.... Dewasa berarti mampu memilah apa yang harus dia pikirkan..., apa yang harus dia simpan..., dan apa yang harus dia tinggalkan.
Semuanya menjadi begitu mudah saat dewasa adalah bahagia dengan setiap pilihannya. Oleh karena itulah..., ada saat-saat dimana seseorang begitu dewasa.... Ada pula saat-saat dimana seseorang kembali kanak-kanak. Hanya masalah bagaimana cara kita mengolah orientasi dan menata hati....

I've ever write a shout-out message in my friendster, words that incidentally written there, just to fill the empty box, and nicely posted:

Grown up is to make YOU and your surrounding comfortable
Being mature is to make yourself happy, without disturbing others.

1 quote lagi, ini dr blog my lovely sista, Tiani.. (diya ngutip quote gw, nah, gw ngutip quote diya jg gpp duonks? hehehe:

The day a child realizes that all adults are imperfect, he becomes an adolescent.
The day he forgives them, he becomes an adult.
The day he forgives himself, he becomes wise

Akhir2 ini aku sedang mengasah hidupku, bertarung dengan segala kelemahan yg menghantui alur2 pengalaman, berjuang dengan kontradiksi prinsip dan idealisme, bertaruh dengan hari depan yg 'unpredictable'...

Semuanya demi sebuah kebahagiaan yang dibayar dengan sangat mahal.

Pengorbanan atas kehancuran naive'nya seorang flo, untuk menjadi seseorang yang 'terus menerus' BELAJAR menjadi dewasa.




Tuesday, May 20, 2008

Abis Minum Kiranti

Ceritanya... perut gw sharian atit bangeddd... trus stelah minum kiranti agak berkurang lah penderitaan.. Truss... ngubral ngubrul ma salah seorang best friend gw.. trus ktawa ktiwi bareng n make me missing the old times when we are still together.. trusssss ngebahas umur!!! (the worst part... but alhamdulilah diya masi lebi tuwa dr gw.. hehe). Whuteva..

Trus,
tiba2 dia bilang kata2 yang daleemmmmmmmm banget artinya buat gw. Katanya:
"Lu jangan terlalu tinggi lah pasang target..."
Wew? itu tuh yang sering bgt gw deny, apa iya gw se'ambisius itu? apa iya gw trlalu tinggi pasang target atas sesuatu? perfeksionis? apa iya gw ini picky? choosy? Eh iya, bedain picky itu lebih ke hal2 simple yg kita pilih kayak baju, sepatu, dll (nah klo itu gw ngaku..) kalo choosy, kayaknya maknanya lebih dalem, menyangkut ke important decission such as school, work, marriage, etc. Nah guwe? hmmmmmm...
Tergantung mo mandang kemana sih. klo mo mandang keatas, mnurut gw ya gw ini pemalas dan target gw utk masa depan terlalu sederhana. tp klo mo mandang kebawah, well well well... gw kliatan terlalu rajin utk ukuran seorang gadis berumur 23 tahun kali ye?
Trus, gw choosy? kog jd keinget choosy pratama. berasa perna denger ada penyanyi pake nama itu gak seh? Eeee... boleh pembela'an diri gak? gw cuman EKSENTRIK! gw ini seniman! THAT'S IT! heheheheh

Trus kata2 diye yg jlep jlep nih,
"Mnurut gw ya bo.. Pasangan itu kan harusnya saling melengkapi. Jadi cowok itu ntar fungsinya gak cuma jadi suami, tapi dia juga seseorang yang bisa jadi temen loe, seseorang yang bisa jadi sahabat loe, bisa jadi seperti kakak/adik loe, seseorang yang bisa jadi imam loe, dll. You will live forever with him. remember it!"
hwaaa.. hwaaa.. hwaaaa... itu kan... hiks....., bener banget................
the comfortable feeling that needs to be built, kita gak akan cm meng'amin'i sebuah atau dua buah kebiasaan, tapi the whole package and the fact that we will live under one roof, wake up in the morning and sleeping at night together, creating new family with new habit, new place, or anything. Live is not such a drama that we dream.. it's reality! Kalo cuman cari2 seseorang utk kita nikmati ke'gantengan'nya ato ke'romantis'annya, ah come on... that's will only be the small part of the entire.. eee... rumah tangga? (ceileh... gw mrinding ngetiknyaahh :D )

The whole package of someone....
Could we be mature and build a mature relationship?

Dee...
gw cuman lg gak pengen melow melow..
gw cuman lg gak pengen stupidly drawn...
gw cuman lg pengen lebih memperbaiki hidup gw..
emang salah ya dee?

Friday, February 15, 2008

I'M CRYING IN THEATER

This is valentine's day, and ended up by watching "PS. I Love You" in Setiabudi this nite. Well, it's not because i have planned, coz everything went incidentally when I decided to watch a movie before I sleep.And I never expect myself to cry in the middle of that movie coz actually i'm not in blue or even in love. My mood is not romantic at all this valentine, and I pick that film only to follow the others.

Anyway, I am writing this not for discuss bout that movie.
I write it here because suddenly there are lot of things in my mind that ruin my head, need to be shared. Hm.. those desires lately make me wanting sumthin that I don't have, or not supposed to have.. or not ready to have? Yeaa... I'm dreaming bout having lot of times imagining and then create some story or any other writing all the day, watching people and get inspiration. Fiuh, seems that my 'artistic' sense is now a bit dominating ya?

Do you think I cry because of the film was so romantic and make me dying?

Aah.. then U are all wrong.Let me be honest that at this moment, I don't believe in madly love. Means.. Love is exist, but it's wouldn't be that mad or crazy. People crazy because they are drunk, not because they are in love.
Hey hey hey.. this is valentine rite? stop discussing the essence of love!
Ha ha

One thing or more in the movie has touched me deeply.

- When Holly suddenly let her hand off Gerry (1st time they met and fall in love). Holly said that she didn't want to know his name, didn't want to make any further arrangement, didn't want to continue their talking, and just dissapeared from this man. Freak Uh? This lady crazy in crush, but choose to stay away and run? Stupid!
But. that's very our gender! wakakaka.

- When Holly tell the secret's secret to Daniel (he's very confuse of woman being. They are completely messed up, complicated. What is actually woman want?) Holly's answer: Woman actually doesn't know what they want! that's the key
Aha.. once again, it's the bigest secret you man should understand.

- When Holly finally realize her foolish expectation bout being accompanied by Gerry (who has already died..) and she run into her mother and cry.

Aiya... Never expect myself to cry..But it did.

D U now understand why I cry?

HAPPY VALENTINE!

Saturday, January 26, 2008

Conquer everything?

Let's open this session with a good song, from Ahmad Dhany arrangement, and Dewi-dewi style..

Tatap matamu bagai busur panah... yang kau lepaskan ke jantung hatiku... meski kau simpan, cintamu masih... tetap nafasmu wangi hiasi suasana...saat kukecup manis bibirmu...

Cintaku tak harus.. miliki dirimu.. meski perih mengiris.. iris segala Janji

Aku berdansa di ujung gelisah... diiringi syahdu lembut lagumu... Kau sebar benih lamun jiwamu... namun kau tiada menuai buah cintaku... Yang ada hanya.. sekuntum rindu.. / Malam-malam ku bagai malam seribu bintang yang terbentang di angkasa bila kau disini, tuk sekedar menemani tuk melintasi wangi yang slalu tersaji di satu sisi hati

Do you see the woman with glasses in right? Hm.. what do you think? I am gonna wearing glasses? No... no.. I am wearing glasses.. but mostly with contact lenses. HEY! that's not the point!

Photobucket

I feel like I'm facing difficult times recently, esp in facing many people annoying. But what should I do then? Get mad and sigh? Complaining situation and angry all the times? That's not the solution.

Karakter orang emangnya beda2 kan yaaa.. dan my Dad has ever said " Nabi yang super baik aja masi ada yang benci sama dia" So, kita yang sudah berbaik-baik pun gak bisa mengharapkan akan menerima perlakuan balik yang sama. Terus? mosok musti balas dendam cih? Well, i'm not nabi or that perfect human. I'm just someone who try to do the best in everything and breath and act with love. Terlalu hiperbolis? maybe... target memang kadang gak bs smua diterapkan. Teori memang ga smua bs jalan dlm dunia nyata. And what do you learn?

1> Kenali karakter orang. Ada sisi positif, ada sisi negatif. Jangan cuma melulu mikirin sisi negatif dari orang lain. Coba gali dan pelajari sisi positifnya juga. Gunanya apa sih? Ya supaya kita bertahan menghadapi org tersebut. At least, she or he has something good to be learned. At least, he or she is POSITIVE.

2> Lebih jauh lagi, kenali like and dislike orang. Kita mungkin akan balik menunjukkan like dan dislike kita secara personal. Tp sekali lagi, menguasai dan dikuasai dlm pergaulan itu hrs seimbang. Means, ga bs kita mlulu yg pengen dimengerti, tp kita jg musti bs menyesuaikan dan mengerti orang lain. Itu strategi. Itu seperti adaptability utk bertahan. Ada saatnya kita mengeluarkan komando, tp ada waktunya kita mengalah. Just find the best timing for everything.

3> Tulus. Spread the love. Kalo cuma mikir untung rugi, guna or gak guna, Yea... kita akan bersikap gak adil sama orang2 yg 'kita pikir' gak ada value addednya. THAT'S ALL WRONG! Seharusnya belajar dari anak2 yang lugu dalam melakukan sesuatu. It's not about gaining something from others, but about spreading love and try to make your surrounding comfortable. And that is what we will give to God, and to any people. Be nice, be kind, be lovely.. Trus gmn klo kita masih jg dpt perlakuan sentimen? Keep nice, keep kind, and conquer the situation!

I choose the title "conquer everything" It's about conquer your problem, conquer situation, with strategy, with briliant ratio, but also with sincerely love.

and May God will help. amin.

ps. I learn so much from many teachers surround me. Thanks all.. thanks God. --- Jimbaran Bali, Saturday afternoon ---


Friday, October 05, 2007

Choice = Mature

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk di cintai, berada ditempat pada saat yang tepat,
Itu kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorangyang membuatmu tertarik.
Itu kesempatan... bukan pilihan

Bila kita memutuskan untuk mcintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan... itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,
itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain, yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya, dan lebih....... dari pasanganmu, dan tetap memilih untuk mencintainya
Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik...... Datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi.... adalah pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sagat teoat :
" Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung kepada kita bagaimana membuat semuanya berhasil "

Tetapi tetap berpulang padamu....
Untuk melakukan pilihan
Apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak..........

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita...
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan kiwa kita,adalah pilihan yang harus kita lakukan........

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk di cintai....
Tetapi untuk mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.....

Kesempatan hadir setiap saat dlm kehidupan kita.. sejak muda hingga tua
Tapi sebuah pilihan, hanya bisa diputuskan dengan kesadaran, kedewasaan, dan kebijaksanaan

"It's not about finding the right person, but creating the right relation
It's not how much love you have in the beginning, but how much love you built until the end....."


Posting above... PASS BANGET DAH

Monday, September 24, 2007

I'm an awful thinker

Alhamdulilah... Jadi ceritanya setelah dr kmrn desperado dengan segala tetek bengek yg menyebalkan, satu2 ada jalan kluarnya. I work on it.. and I wont give up! tapi aku jg 'harusnya' ga boleh ngeluh, means, segala yg jelek2 itu kan sebenernya ada 'pelajaran tersembunyi'nya toh?

Pengalaman berkali kali membuktikan, semakin keras aku berpikir mencari jalan keluar, justru semakin buntu. Tapi saat ada dalam titik kulminasi kepasrahan, tiba-tiba 'bip bip' God create the way to get me out of situation.

istilah 'nrimo' itu memang dalem maknanya. Bukan berarti kita nyerah menghadapi masalah, tp menerima hal2 terburuk yg mungkin terjadi sebagai bagian dari sisi humanity yg musti disadari sebagai umatNya.
Roda kehidupan yg berputar itu menempatkanmu di sisi teratas supaya kamu bersyukur atas karuniaNya dan tersenyum membagikan cinta utk orang2 disekelilingmu. Tapi roda itu juga adakalanya menempatkanmu di sisi terbawah supaya kamu 'eling' means sadar bahwa kmu itu have no power buat melawan takdir dan supaya kamu belajar utk empati, simpati dan memahami org lain yg sedang dlm kesulitan. N then of course the way out is always there waiting u to learn sumthing from it.

such an example... Tadi pagi gw sibuk mikir ttg sesuatu hal, wkt lg di busway. akibatnya? tweng tweeng... halte BI kelewat n gw musti muteeerr jauh mpe harmoni n ngantri berdesal desal n telat deeehh! (itu baru pake baswey yak, untung gw ga bawa mobil, hihihihih)

yipiha yipiheee
Senangnya hatikuuu

Thursday, September 20, 2007

Bad Cintapucino

Frankly speaking, yang kata tmn2ku baca buku Cintapucino membuatmu tdk bs berhenti sampai halaman terakhir, yg katanya perasa’an begitu ter-eksplor dengan fantasi2 yg ‘cewek banget’, kok gw gak ngrasa gitu yak?
Berangkat dr rasa penasaranku ttg novel itu, Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
setelah aku begitu terbuai sama soundtractnya dan setelah aku menuntaskan keingintahu'anku akan ceritanya dengan nonton filmnya, kinda trial n error person kali ye, N I dont regret buying the novel for read.

And my comment bout the novel?
Below average...
Mungkin jg krn ekspektasiku ttg novel itu seharusnya lebih bagus dr filmnya, apalagi dengan iklan 'unconsciusly' from some of my friends, kupikir aku akan membaca sebuah chicklit indonesia (itu istilah promo dr penulisnya) yg bs bikin semangat dunia per'chicklit'an di indonesia. Tapi memang usia wanita antara 20-30 itu penuh liku2 sih ya.. well.. I'm on it. Sangat menarik utk dijadikan setingan cerita cinta.
Kalo dari flow alurnya, well, sangat manusiawi dan penuh kejutan. Obsesi seorang perempuan remaja pada pria tampan di sekolah sepertinya sudah bukan rahasia umum. Mungkin sama saja dengan para cowok2 yang mabuk kepayang pada gadis tercantik di sekolah?
Aku katakan film'nya tidak bagus krn dia merubah banyak isi cerita dan cutting bbrp scene penting. Tapi justru skrg aku menilai filmnya menceritakan makna tersirat secara lebih cerdas.

The novel...,
terlalu lugas. si Icha ini menceritakan detailnya secara sangat lugu dan menurutku kurang menarik. Fira Basuki aja menurutku sudah cukup polos bercerita, tp bahasa yg dia pake tersusun secara cantik. Icha Rahmanti ini, emmm... terlalu banyak menjelaskan tentang istilah (knp g pake footnote aja si?). Bandingin dengan si Dewi Lestari yg bikin bingung pembacanya, but it's such a eccentric way yg kliatan lebih misterius dan menantang untuk terus diikuti. Dialog2nya jg terlalu banyak diulang2.
Sebenernya ide cerita yg dia tampilkan cukup mengundang rasa ingin tahu. Fantasi yg dia ceritakan jg menarik dan jujur. But this is about the words that she used, boring for me.

Dalam film'nya, cukup cerdas menempatkan adegan membuat 'kopi hitam' utk si Raka di awal cerita, dan penonton pun sibuk mencari cari where the cintapucino stands for. Dalam novelnya justru si capucino tdk ditekankan. Icha sibuk menceritakan DC, egocentric Nimo, Cool'nya Raka, dan tempat2 yg mungkin jd perbendahara'an gaulnya selama ini. Mungkin si film punya keterbatasan durasi sehingga perwatakan pemainnya kurang tereksplor. Tapi tetep, LEBIH BAGUS perwatakan di film drpd yg kubaca di novel.

Last but not least, I hope for the next 'Chicklit Indonesia' yang mungkin tdk perlu terlalu berat for being clasified as 'Novel Sastra', tp jg tidak malu2in dan cukup sekelas dengan chicklit yg asli. Ringan, menarik, tapi menyentuh.


Monday, August 20, 2007

Obat bius

hanya kiasan...

Kalau mencinta itu bisa membuatmu bersemangat, maka fungsinya jadi seperti cafeine di pagi hari yang menghilangkan ngantukmu
Kalau mencinta itu bisa membuatmu melamun sepanjang hari, maka fungsinya jadi seperti aroma terapi, dihirup utk memberimu sensasi-sensasi
Kalau mencinta itu bisa membuatmu tidak lagi egois, maka fungsinya jadi seperti doa suci Yang Kuasa, rela berkorban
Kalau mencinta itu bisa membuatmu kecanduan dan tak bisa lepas darinya, maka fungsinya jadi seperti narkotika, tak pernah puas dan lagi.. dan lagi..
Lebih parahnya,
Narkotika jadi merusak sel-sel syaraf dalam tubuhmu
Menyedot energimu dan selalu membiusmu!
Membuatmu melayang-layang tak berguna
Dan akhirnya saat obat itu 'menagih', Kau sakaw. Kejang, sakit, menderita..

Kenapa harus mencinta kalau harus menderita?

Tuesday, June 19, 2007

Let the NAIVE go....

Melepaskan kesenangan jangka pendek demi kebahagiaan jangka panjang.
That's not easy anyway...

Berhari2 ini memang penuh warna dalam hidupku. Thanks God for that.. though the color is not always bright and shiny, but also dark and full of shadow.
Mengutip kata dari seorang teman
"Berjalan memang harus hati-hati. Kita tidak pernah tahu pasti mana lubang, dan mana bukan lubang. Saat terjatuh dalam lubang, kita harus bangkit lagi dan berjalan lagi, dan jatuh lagi, dan bangkit lagi. Jatuh memang sakit.. Berusaha utk tidak jatuh memang perlu.. Tapi bukan berarti aku tidak berani melangkah krn takut jatuh. Justru semua pengalaman2 itu jadi pelajaran supaya kita lebih jitu memilih jalanan yg baik. But then.. kalo memang akhirnya jatuh lagi, at least.. kita tahu bagaimana cara jatuh yg paling baik, dan bagaimana caranya bangun lagi."

Mungkin aku merasa perfeksionis.. sehingga saat jatuh, bukan hanya sakit, tapi malu yg berkepanjangan, dan kebodohan yg disesali berhari2. It's not a good idea anyway...
JATUHLAH karena memang kamu hanya seorang hamba Tuhan
JATUHLAH karena memang didalam lubang itu banyak kebijaksanaan yg dipersiapkan untukmu
JATUHLAH untuk membuatmu lebih manusiawi

Aku kembali terjatuh setelah bermimpi..Jiwa pemberontak dalam diri ini memang tidak pernah terwujud nyata, tp terucap jelas lewat mimpi2 di malam hari. Aku mengagumi hal-hal itu..Tapi tiba saatnya Tuhan menyadarkan aku lagi. IT'S NOT MY WAY! MY DREAM IS ONLY A DREAM THAT MIGHT NOT SUIT WITH ME.
I dont know exactly what best for me.. tp dari segala ramuan pengalaman dan pengenalan diri sendiri..
Hari ini
Aku memutuskan melepaskan kesenangan jangka pendek
Demi kebahagiaan jangka panjang.

Is this a right decission? dont know either.
But I'm sure with my own way.
my choice.

Please forgive me.....

Tuesday, May 22, 2007

Feel free for fun

Apa sih bedanya Rendevouz, Nostalgila n Napak Tilas?

Yang pasti, Liburan kmaren agak ngebuka 'sesuatu' yg ter-covered.
first, bout being sentimentil. It's all stupid actually to let yourself drawn in such a feeling that could be understand. Confused bout your way? your emotion? Ah come on.. Gw jd agak bertrima kasih ama cowok di 121 itu (walaupun.. tertitip juga makian buat dia "what d U think U are??? heelloooo??? malu2in almamater ajah"). But it's true.. the connection, strange uh? Nope.. it's about your type, your choose, your preference, your desire, and above all those criterias, IT'S ONLY ABOUT TIME! Nyadarin itu, gw jd merasa lebih bebas, karna pada kenyata'annya, memang ikatan2 itu semu kan? itu bukan FIRASAT, bukan juga SACRIFICE, itu cuma realita, logika, yg kemudian terbungkus rapi dlm feeling, lalu kmu sebut apa? cinta?

second, bout the magic of Jogja. hehehe.. kadang2 gw mikir, ini kota kagak ada apa2nya sebenernya dibandingin kota2 besar laen. Mo ngomongin kualitas makanan? yea... selaen bakpianya dan gudegnya, nothing special lah (bahkan cenderung kualitas mahasiswa lah). Tapi kmrn gw wisata kuliner dsana dan puwas! Pak Bondan jg kalah kale, MAK NYUS! lagi2 ga bs dikatakan 'enak' tp aku berujar 'sedap'. Can't u feel the different? the smell of Jogja, the magic. The soul that makes you back, over and over. Dan itu berlaku jg buat tempat2 tertentu yg 'ndeso' tp akrab. The friends.. the people.. dan kita pun terbawa. Salah satu scene yg kmudian gw bandingin ama di Jakarta. Seorang tukang parkir bilang padaku "Mbak, kok ga pake helm standard sih? nanti kena razia lho". Kalau kejadian itu di Jakarta, paling2 aku hanya tersenyum sedikit, lalu bilang "oh.. iya", dan ngacir pergi. Cuek. Tapi di Jogja kemaren, aku malah jd nanya2 sama tukang parkir itu, "Wah, disini gitu ya Pak sekarang? kira2 dimana aja tuh daerah razianya? Tapi saya gak lewat lampu merah kok Pak, mudah2an gak kena razia ya" blabalbala, dan seterusnya. Lalu diakhiri dengan si bapak tua itu mengingatkan "Ya Mbak.. lain kali pake helm standar ya", dan gw tersenyum mengangguk sambil ngacir.
D u feel the different?

third, bout my life stage. Kadang klo gw compare ama tmn2 gw kmaren disana, ngiri bo! masih bisa bebas bermain kesana kemari, ngabisin waktu bernarsis ria, dengerin semua lagu, nonton semua film, baca semua buku, be'gaul, aaaaaaaa... gw gak isa gitu2 lagi.. Means... yea, waktuku skrg terbatas. Tapi, realizing that this is chance. Ini keputusanku buat ngambil langkah seperti ini. Bokap pernah komentarin "Beban ya? Kamu sih.. dibilangin ga mau.. Padahal sbnrnya kmu ini kan masih tanggungan Papa". Gw sempet kaget dee wkt babe ngomong begitu. Is it too fast? Well well well.. kadang bingung jg sih mau set standard seperti apa. Semula aku jg ga perna nyangka akan ninggalin masa mahasiswaku secepat ini dan kemudian menyandang status 'pekerja'. But then, feel free for fun! mau dibelengu kayak apapun waktuku, mau diikat kayak apapun skill-ku, aku tetepp.. seorang flo, and just flo..

Tuesday, March 20, 2007

Coba lagi! coba lagi dan lagi!

Dear dee...

Tepat pada saat arti kebahagiaan tidak kau cari sendiri, melainkan kau serahkan dan kau pasrahkan sepenuhnya pada yang kuasa, tepat pada saat itulah kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.Hweleh.. sok wise yak? Not really actually. means hal2 filosofis semacam itu mungkin dengan mudahnya kau dapatkan dari berbagai buku, televisi, atau darimanapun juga. Tapi apakah segala kebijaksanaan itu sudah di hatimu? Apakah segala kata2 mutiara itu bukan hanya sekedar kata2? Apakah semua kesadaran2 itu jujur benar2 sudah kau sadari?That's why people are very sinfull. I said.. manusia itu pelupa. Termasuk aku. Mungkin kenyang sudah dengan semua teori, tapi prakteknya?

Hal-hal kecil yang mulai aku anggap 'gift' dan aku syukuri. Aku bersyukur dengan apa yang aku miliki sekarang. Means bukan berarti aku sempurna dan sudah mendapatkan semua yg aku mau. Tapi sekedar 'menemukan piano di Purwatjaraka sehingga aku bisa bermain dan bersenandung' atau 'makan es oyen yg enak banget' atau 'dapet testimonial yg sweet', I know maybe it's very useless for others, but I will appreciate those.And about the desire, the dream or any achievement that i haven't got, jawabannya: coba lagi, coba lagi dan coba lagi!

I realize things will come only if I have been ready for. Over all, I feel that I have walked in the right path. I juz need to resign my life to God, and God will lead the way.

Satu lagi keberuntunganku kemaren, dapet lagu TERRE ini dari warnet. Juz... sweet lah

Dunia ini penuh kepalsuan
Mungkinkah tiada keikhlasan
Apakah ini, suatu pembalasan
Kusadar kebesaranmu Tuhan

Aku bagai seorang pengembara jalanan

Terombang ambing di lautan gelora
Mencari kebahagiaan dahan utk menopang kasih
Mungkinkah suratan hidup kan selalu sendirian

Hati membeku mengingatkan kata janji manismu..

Ku dilambung angan-angan,
belaian kasih sayang suci darimu
Oh kejamnya..
Lidah tidak bertulang, ucapan cinta mengiris kalbu..

Ku kan pergi, membawa diri
Cinta di hati terkubur lagi..

Tidak kupahami, mengapa terjadi

Peristiwa pahit menggores hati
Perjalanan hidup ini sudah tertulis
Kutempuhi dengan kesabaran,
Kusadar kebesaranmu Tuhan

Dont forget to smile. Tadi pagi gak sengaja smile gara2 di mobil (kantor..) dengerin penyiar radio jakarta yang cicitcuit. Aku inget dulu waktu di jogja tiap pagi aku selalu bangun pagi n reflek setel prambors jogja yg jadwalnya muter siaran desta n ari daging n aku slalu ktawaktiwi sendiri dengerin mreka. it used to be my funny breakfast. Di cikarang, kebiasaan itu hilang secara radio gw ga bs nangkep siaran radio apa2.

Thanks God I'm alive...

Wednesday, February 28, 2007

Perfectionist side that become UNPERFECT

Ada satu hal yang baru saja kusadari tentang diriku..

I'm too much going into details!
Whoha... the perfectionist side of me make me want everything to be correct, even the little things that might not be important.
I know it's not material.. (accounting terms to decide the most valuable one-red.) maybe juz wasting my time. But considering the art sense that I have, make me want to take a look deeply at something, feel what's inside, and then feel happy and sad. But speaking bout art, those are what make me feel alive this far. What has brigthened my life? What has make me so dynamic? What has make me appreciate the beauty of life including the suffer and the gift?
Art
Sense to perform as well as possible, to make people inspire...

Okay okay, tujuan gw nulis bukan untuk membela/memuji diriku sendiri, tapi untuk mengartikan dan men-summary satu lagi learning gw malam ini.
I shouldn't be like that..
means.. Prioritas itu penting. So far aku sudah melakukan itu sih (secara.. klo ga nentuin prioritas, maka begitu banyak ketertarikan dan urusan yg aku jalani gak akan bisa terselesaikan tepat pada waktunya). The desire to be perfect itu kadang2 terwujud lewat 2 hal: keinginan untuk menyelesaikan semua hal ATAU keinginan untuk menyelesaikan satu hal se-sempurna mungkin.
Keduanya ga akan bs dicapai secara bersama'an.. I have to realize that..
In the same time, I'm on both side! how can I? Yea.. I can gather well with the melankolist person cause I imagine a lot and go through details with them. I also gather well with the sanguinists which are very action oriented and bak buk bak buk JEDHER! :D

Well.. flo.. in the working environment, the needs to quickly decide about something, is important related to urgent things. okey????!!!

setting: *ditengah2 kebingunganku mo bikin presentasi kayak apa'an besok. arrghh.. aku memang bukan orang yg pintar menjual.. hiks..*

Wednesday, January 17, 2007

Hidupku bermasalah!

Ah.. come on..
"Ya Tuhan... berikanlah aku rahmat dan karuniamu... jauhkanlah aku dari cobaan..."
sepertinya itu kan yang diharapkan semua manusia dalam setiap doanya?

Pernah berpikir gak, bahwa hidup itu akan jadi terasa garing kalau dari kecil kita selalu mendapatkan apa yang kita inginkan?Pernah membayangkan gak suatu keadaan, hidup berlimpah kekayaan, wajah cantik nan rupawan, teman baik nan menyenangkan, dan masalah tiba2 tereliminasi dari hidup. Hari2 mulus.... tanpa aral rintangan.. penuh keberuntungan.. penuh cintaa.. waaaaa.. Itu kan yang di impikan semua orang?

Tapi coba berpikir lebih jauh. tanpa adanya masalah dalam kehidupan, kita justru semakin sedikit belajar tentang hidup. Analogi sederhana nih:
seorang teman yg sangat beruntung, sekali melamar kerja dengan cas cis cus interview seadanya, langsung ktrima kerja di perusahaan keren. keberuntungannya terjadi benar2 rahmat Tuhan, tiba2 aja tu perusahaan emang lagi butuh orang buanget n si interviewer langsung aja lah jatuh hati padanya dan WELL DONE. YOU ARE ACCEPTED.
Bandingkan keadaannya dengan orang ke2 yang 'mungkin' tidak bisa dapat keberuntungan dengan dg mudah. nglamar kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. dengan skill dan casciscus yang sama dg teman yg tadi, tapi dia tdk diterima. well... dia lalu belajar dari pengalaman di setiap interview, bagaimana cara meningkatkan nilai jualnya, bagaimana caranya supaya cas cis cus lebih bagus, skill lebih naik, dll dan kemudian... berkat kombinasi semuanya, akhirnya dia diterima kerja juga di perusahaan keren.
Mana yang lebih hebat? si orang yang beruntung atau si orang ke2?

Justru dari masalah2, kesedihan, kemalangan dan ketidak beruntungan itu kita bisa jadi lebih memaknai hidup. Kita belajar bagaimana mengubah kesedihan itu jadi kegembiraan, menjadikan kemalangan sebagai sarana supaya bisa mudah bersimpati pada orang lain, dan kita sedikit demi sedikit BERUSAHA menghindari ketidakberuntungan yang timbul dari kecerobohan2.
Mana yang lebih hebat? si orang beruntung yang mendapatkan apasaja dengan cepat, atau si orang ke2 yang berusaha keras untuk mendapatkan mimpinya?
Mana achievement yang lebih berharga? yang susah didapatkan atau yang sangat mudah?

Paradigma hidup manusia itu kok terlalu naif... But I will try to change my own. My pray...
" Ya Tuhan.. berikanlah aku bimbinganmu agar aku dapat mengatasi semua cobaan2Mu dengan baik. Amin "
I will not try to run from problem. I will not regret my sadness or my unlucky things.
Aku tidak ingin mengatakan : "Aku bersyukur karena aku tidak punya masalah dan keadaanku baik-baik saja"
Aku akan lebih bangga mengatakan : " Aku bersyukur karena aku PUNYA masalah, tapi keadaanku akan tetap baik2 saja karena aku berhasil melewati dan mengatasinya"

Sunday, August 27, 2006

I juz LOVE! nothing more...

ups?? hot topic uh?
nope... actually maybe this is a boring one...

When we talk about love... we only want to give and do the best. and the only key, of course... resignation.
When we talk about love... we only want to enjoy the good feel. and the only sign is... comfortable.
When we talk about love... there's no way for suffer. becoz we talk about sacrifice... learning... and growing
When we talk about love... we also talk about God. because God loves us with the most beautifull way that we couldn't imagine. why didn't we love God also? I dont speak about unrealistic things, but the love that we give for God can be very realistic. Love your environment... your friends... your family.. your job.. your body.. and everything around.

==========
serius amat yak??? xixixixi... no no.. kadang2 orang bisa bicara serius setelah bersantai terlalu lama. atau bisa jadi kebanyakan bercanda sebagai kompensasi dari keseriusan yang menjenuhkan.
Kenapa tiba2 ngomongin cinta? basi ah! hhehe... bukan maksud hati sok romantis. tapi emang kontemplasi yg kulakukan tidak menghasilkan kesimpulan lain, selain : LOVE. CINTA. Aku hanya ingin mencinta kok. apa itu salah?
Silahkan orang lain mengernyit atas apa yang kulakukan dan yang kuputuskan. SO WHAT? THEY EVEN DONT KNOW ME!!!
jangan melulu mengaitkan kata2 cinta dengan hubungan sepasang kekasih berlawanan jenis (meskipun, kuakui, itu tuh yg paling ngetrend deh yaaaa kayaknyaaaa... people relate 'love' mostly on it) karena aku mengartikan cinta sebagai bentukan pengorbanan yang tanpa pamrih, tapi menyenangkan. eits.. SIAPA BILANG CINTA ITU BUTA? berkorban tanpa pamrih juga klo buta berarti tidak menyenangkan. dan klo menyenangkan saja tapi berkorbannya dengan pamrih itu namanya BUTUH! mungkin terlalu idealis bicara ttg sesuatu yg tanpa pamrih. well.. I admitt also, ORANG BODOH MANA YANG MAU SEPERTI ITU??? tapi kembali lagi ke pengorbanan.
pamrih itu wilayah kekuasaan Tuhan.
hasil dari segala sesuatu yang kita lakukan itu sudah ada yang mengatur.
Manusia cuma bisa berusaha kan? why didn't we DO MORE but EXPECT LESS? I believe that God love us. God love me that God wouldn't make me loose if we have do the best. at least, the process itself give a learning. and it's worth!!

dah ah.. pulang. kos'an mo tutup. ai ai ai... I start to love this city. I start to love my life here.. my job.. my friends...

I love you also!

Monday, August 21, 2006

see?? i'm still asking and testing

and this is the result...


Your Scholastic Strength Is Innovating
You are the master of new ideas, techniques, and ways of looking at things.You are talented at structuring thoughts, decision making, clarifying, and making deadlines.
You should major in:
MarketingPsychologyDesginCognitive Science EconomicsPhotography


no... it's actually NOT ABOUT THE RESULT but WHY I A STILL TEST IT.
admit it.
i am still asking for the rite job that suit me.
cincai cincai,,,